The Ark oleh WatchAllChannels
Isyarat dan peringatan Rasulullah ShallAllahu Alayhi wa Sallam akan ada kedatangan mALHAMa (PERANG
BESAR) di AkhirZAMAN.
Dan Apakah tindakkan KITA mengenaiNya.
Adakah kita Taat atau Ingkar ???
Mengimbas kembali Isyarat dan peringatan Nabi Allah
NUH AlayhisSalam akan ada kedatangan
BANJIR BESAR ZamanNya.
Dan Apakah tindakkan MEREKA mengenaiNya.
Kisah
Nabi Allah Nuh AlayhisSalam dalam
Al-Quran
Al-Quran menceritakan kisah Nabi Allah Nuh
AlayhisSalam dalam 43 ayat dari 28 surah di antaranya surah Nuh dari ayat 1 sehinga 28, juga dalam surah "Hud" ayat
25 sehingga 48 yang mengisahkan dialog Nabi Allah Nuh AlayhisSalam dengan kaumnya dan perintah pembuatan kapal serta
keadaan banjir yang menimpa di atas mereka.
Pengajaran
dari Kisah Nabi Allah Nuh AlayhisSalam
Bahawasanya hubungan antara manusia yang terjalin
karena ikatan persamaan kepercayaan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah
lebih erat dan lebih berkesan daripada hubungan yang terjalin karena ikatan
darah atau kelahiran. Kan'aan yang walaupun ia adalah anak kandung Nabi Allah Nuh
AlayhisSalam, oleh Allah Subhanahuwa Ta’ala dikeluarkan dari
bilangan keluarga ayahnya karena ia menganut kepercayaan dan agama berlainan
dengan apa yang dianut dan didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada
di pihak yang memusuhi dan menentangnya.
Maka dalam pengertian inilah dapat difahami firman
Allah dalam Al-Quran yang bermaksud:"Sesungguhnya para mukmin itu adalah
bersaudara." Demikian pula hadis Rasulullah ShallAllahu Alayhi wa Sallam yang bermaksud:"Tidaklah sempurna
iman seseorang kecuali jika ia mencintai saudaranya yang beriman sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri."Juga peribahasa yang berbunyi:"Adakalanya
engkau memperolehi seorang saudara yang tidak dilahirkan oleh ibumu."
Firman
Allah Ta’ala:
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada
kaumnya, (dengan berfirman kepadanya): "Berikanlah peringatan dan amaran
kepada kaummu sebelum mereka didatangi azab yang tidak terperi sakitnya".
Dia pun (menyeru mereka dengan) berkata: "Wahai
kaumku! Sesungguhnya aku ini diutus kepada kamu, sebagai pemberi ingatan dan
amaran yang nyata;
"Iaitu sembahlah kamu akan Allah dan bertaqwalah
kepadaNya, serta taatlah kamu kepadaku;
"Supaya Allah mengampunkan bagi kamu sebahagian
dari dosa-dosa kamu, dan memberi kamu hidup (dengan tidak terkena azab) hingga
ke suatu masa yang tertentu; (maka segeralah beribadat dan bertaqwa) kerana
sesungguhnya ajal (yang telah ditetapkan) Allah, apabila sampai masanya, tidak
dapat ditangguhkan; kalaulah kamu mengetahui (hakikat ini tentulah kamu segera
beriman)".
(Setelah puas menyeru mereka), Nabi Nuh berdoa dengan
berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan
malam (supaya mereka beriman);
"Maka seruanku itu tidak memberikan mereka
(sesuatu faedah pun) selain daripada menambahi mereka melarikan diri (dari
kebenaran).
"Dan sesungguhnya aku, tiap-tiap kali menyeru
mereka (beriman) supaya Engkau mengampunkan dosa-dosa mereka, - mereka menyumbatkan
telinganya dengan jari masing-masing, dan berselubung dengan pakaiannya, serta
berdegil dengan keingkarannya, dan berlaku sombong takbur dengan melampau.
"Kemudian aku telah menyeru mereka dengan
terang-terang;
"Selain dari itu, aku (berulang-ulang) menyeru
mereka secara beramai-ramai dengan berterus-terang, dan menyeru mereka lagi
secara berseorangan dengan perlahan-lahan.
"Sehingga aku berkata (kepada mereka):
`Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya adalah Ia Maha Pengampun.
"(Sekiranya kamu berbuat demikian), Ia akan
menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu;
"Dan Ia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya
harta kekayaan serta anak-pinak; dan Ia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun
tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya).
"Mengapa kamu berkeadaan tidak menghargai
kebesaran Allah (dan kekuasaanNya), -
"Padahal sesungguhnya Ia telah menciptakan kamu
dengan kejadian yang berperingkat-peringkat?
"Tidakkah kamu mengetahui dan memikirkan
bagaimana Allah telah menciptakan tujuh petala langit bertingkat-tingkat,
"Dan Ia menjadikan padanya bulan sebagai cahaya
serta menjadikan matahari sebagai lampu (yang terang-benderang),
"Dan Allah telah menumbuhkan kamu (hidup dari
benda-benda yang berasal) dari bumi, dengan pertumbuhan yang sungguh-sungguh
sempurna,
"Kemudian Ia mengembalikan kamu ke dalam bumi
(sesudah mati), dan mengeluarkan kamu daripadanya (sesudah dihidupkan semula
untuk dihitung amal kamu dan diberi balasan), dengan pengeluaran yang
sesungguh-sungguhnya?
"Dan Allah telah menjadikan bumi bagi kamu
sebagai hamparan,
"Supaya kamu melalui jalan-jalan yang luas
padanya".
Nabi Nuh (merayu lagi dengan) berkata: "Wahai
Tuhanku! Sesungguhnya, mereka telah menderhaka kepadaku, dan mereka telah
menurut orang yang harta bendanya dan anak-pinaknya tidak menambahinya
melainkan kerugian (di akhirat kelak).
"Dan mereka telah menjalankan tipu daya dengan
merancangkan rancangan yang amat besar jahatnya (untuk menentang seruanku).
"Dan (ketua-ketua) mereka (menghasut dengan)
berkata: `Jangan kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, terutama
(penyembahan) Wadd, dan Suwaa', dan Yaghuth, dan Ya'uuq, serta Nasr.
"Dan sesungguhnya ketua-ketua itu telah
menyesatkan kebanyakan (dari umat manusia); dan (dengan yang demikian)
janganlah Engkau (wahai Tuhanku) menambahi orang-orang yang zalim itu melainkan
kesesatan jua".
Disebabkan dosa-dosa dan kesalahan mereka, mereka
ditenggelamkan (dengan banjir dan taufan), kemudian (pada hari akhirat) dimasukkan
ke dalam neraka; maka mereka tidak akan beroleh sebarang penolong yang lain
dari Allah (yang dapat memberikan pertolongan).
Dan Nabi Nuh (merayu lagi dengan) berkata: "Wahai
Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan seorangpun dari orang-orang kafir itu hidup
di atas muka bumi!
"Kerana sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka
(hidup), nescaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan
melahirkan anak melainkan yang berbuat dosa lagi kufur ingkar.
"Wahai Tuhanku! Ampunkanlah bagiku, dan bagi
kedua ibu bapaku, serta bagi sesiapa yang masuk ke rumahku dengan keadaan
beriman; dan (ampunkanlah) bagi sekalian orang-orang yang beriman, lelaki dan
perempuan (dalam segala zaman); dan janganlah Engkau tambahi orang-orang yang
zalim melainkan kebinasaan!"
(Surah NUH QS71: 1-28)
Firman
Allah Ta’ala:
Dan demi sesungguhnya! Kami telah utuskan Nabi Nuh
lalu ia memberitahu kaumnya dengan berkata: "Sesungguhnya aku ini seorang
Rasul pemberi amaran yang nyata kepada kamu.
"Iaitu janganlah kamu menyembah melainkan Allah;
sesungguhnya aku bimbang (jika kamu menyembah yang lainnya), kamu akan ditimpa
azab yang tidak terperi sakitnya pada hari pembalasan".
Maka berkatalah ketua-ketua yang kafir dari kaumnya:
"Kami tidak memandangmu (wahai Nuh) melainkan sebagai seorang manusia seperti
kami; dan kami tidak nampak golongan yang mengikutmu melainkan orang-orang kami
yang miskin hina, lagi berfikiran singkat; dan kami juga tidak memandang kamu
(semua) mempunyai sebarang kelebihan yang mengatasi kami, bahkan kami
menganggap kamu orang-orang pendusta".
Nabi Nuh berkata: "Wahai kaumku! Jika keadaanku
berdasarkan bukti yang nyata dari Tuhanku, serta Ia mengurniakan pangkat Nabi
kepadaku dari sisiNya, kemudian bukti yang nyata itu menjadi kabur pada
pandangan kamu (disebabkan keingkaran kamu yang telah sebati), maka adakah kamu
nampak ada gunanya Kami memaksa kamu menerima bukti itu sedang kamu tidak suka
kepadanya?
Dan (ketahuilah) wahai kaumku! Aku tidak meminta
kepada kamu sebarang harta benda sebagai upah menyampaikan ugama Allah itu,
tiadalah aku harapkan upahku melainkan dari Allah semata-mata; dan aku tidak
akan menghalau orang-orang yang beriman (sebagaimana yang kamu minta itu),
kerana sesungguhnya mereka akan menemui Tuhan mereka (dan pada hari itu mereka
akan menuntut dan menerima hak masing-masing); tetapi aku nampak kamu semua,
kaum yang tidak mengetahui apa yang mesti diketahui.
Dan lagi wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku
dari azab Allah jika aku menghalau mereka? Maka mengapa kamu tidak mahu
ingatkan kekuasaan Allah?
Dan aku tidak pernah berkata kepada kamu: di sisiku
ada perbendaharaan Allah, dan tidaklah aku mendakwa mengetahui perkara-perkara
yang ghaib dan aku tidak mengatakan bahawa aku ini malaikat; dan aku juga tidak
berkata terhadap orang-orang yang beriman yang kamu pandang hina itu, bahawa
Allah tidak akan memberi kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui akan
apa yang ada di dalam hati mereka. Sesungguhnya aku jika bertindak demikian,
nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang zalim".
Mereka berkata: "Wahai Nuh! Sesungguhnya engkau
telah bertikam lidah membantah kami lalu engkau banyakkan sangat hujjah-hujjah
semasa mengemukakan bantahanmu kepada kami; oleh itu, datangkanlah azab Allah
yang engkau janjikan kepada kami, jika betul engkau dari orang-orang yang
benar".
Nabi Nuh menjawab: "Sesungguhnya Allah jualah
yang akan mendatangkan azabNya itu kepada kamu jika Ia kehendaki, dan kamu
tidak sekali-kali akan dapat melemahkan kuasa Allah!
Dan tidak ada gunanya nasihatku kepada kamu, jika aku
hendak menasihati kamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu (kerana kamu tetap
berdegil); Dia lah Tuhan kamu dan kepadaNya kamu akan kembali".
(Mereka terus berdegil), bahkan mereka menuduh dengan
mengatakan Nabi Nuh sengaja mengada-adakan secara dusta: bahawa Tuhan
mengurniakan pangkat Nabi kepadanya. Nabi Nuh diperintahkan menjawab dengan
berkata: "Kalau aku yang mereka-reka wahyu itu maka akulah yang akan
menanggung dosa perbuatanku itu, dan sebenarnya aku bersih dari dosa kesalahan
kamu menuduhku".
Dan (setelah itu) diwahyukan kepada Nabi Nuh:
"Bahawa sesungguhnya tidak akan beriman lagi dari kaummu melainkan
orang-orang yang telah sedia beriman. Oleh itu, janganlah engkau berdukacita
tentang apa yang mereka sentiasa lakukan.
Dan buatlah bahtera dengan pengawasan serta kawalan
Kami, dan dengan panduan wahyu Kami (tentang cara membuatnya); dan janganlah
engkau merayu kepadaKu untuk menolong kaum yang zalim itu, kerana sesungguhnya
mereka akan ditenggelamkan (dengan taufan)".
Dan Nabi Nuh pun membuat bahtera itu, dan tiap-tiap
kali sepuak dari kaumnya melalui tempat ia membina bahteranya, mereka
mengejek-ejeknya. Nabi Nuh pun menjawab: "Jika kamu memandang kami bodoh
(kerana membuat bahtera ini), maka sesungguhnya kami juga memandang kamu bodoh
(kerana keingkaran kamu), sebagai (balasan) ejekan kamu.
Maka kamu akan mengetahui siapakah yang akan didatangi
azab yang menghinakannya di dunia, dan yang akan ditimpakan pula dengan azab
yang kekal pada hari akhirat kelak".
(Nabi Nuh terus bekerja) sehingga apabila datang hukum
Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang
menandakan kedatangan taufan), Kami berfirman kepada Nabi Nuh: "Bawalah
dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap sejenis haiwan (jantan dan betina), dan
bawalah ahlimu kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya
(disebabkan kekufurannya), juga bawalah orang-orang beriman". Dan tidak
ada orang-orang yang beriman yang turut bersama-samanya, melainkan sedikit
sahaja.
Dan (ketika itu) berkatalah Nabi Nuh (kepada pengikut-pengikutnya
yang beriman): "Naiklah kamu ke bahtera itu sambil berkata: ' Dengan nama
Allah bergerak lajunya dan berhentinya '. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha
Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Mereka semua naik) dan bahtera itupun bergerak laju membawa
mereka dalam ombak yang seperti gunung-ganang, dan (sebelum itu) Nabi Nuh
memanggil anaknya, yang sedang berada di tempat yang terpisah daripadanya:
"Wahai anakku, naiklah bersama-sama kami, dan janganlah engkau tinggal
dengan orang-orang yang kafir".
Anaknya menjawab: "Aku akan pergi berlindung ke
sebuah gunung yang dapat menyelamatkan aku daripada ditenggelamkan oleh
air". Nabi Nuh berkata: "Hari ini tidak ada sesuatupun yang akan
dapat melindungi dari azab Allah, kecuali orang yang dikasihani olehNya".
Dan dengan serta-merta ombak itu pun memisahkan antara keduanya, lalu
menjadilah ia (anak yang derhaka itu) dari orang-orang yang ditenggelamkan oleh
taufan.
Dan (setelah binasanya kaum kafir itu) diperintahkan
kepada bumi dan langit dengan berkata: "Wahai bumi telanlah airmu, dan
wahai langit berhentilah dari curahan hujanmu". Dan (ketika itu) surutlah
air, serta terlaksanalah perintah (Allah) itu. Dan bahtera Nabi Nuh itupun
berhenti di atas gunung "Judi" serta diingatkan (kepada kaum kafir
umumnya bahawa): "Kebinasaanlah akhirnya bagi orang-orang yang
zalim".
Dan Nabi Nuh merayu kepada Tuhannya dengan berkata:
"Wahai Tuhanku! Sesungguhnya anakku itu dari keluargaku sendiri, dan
bahawa janjiMu itu adalah benar, dan Engkau adalah sebijak-bijak Hakim yang
menghukum dengan seadil-adilnya".
Allah berfirman: "Wahai Nuh! Sesungguhnya anakmu
itu bukanlah dari keluargamu (kerana ia telah terputus hubungan denganmu
disebabkan kekufurannya); sesungguhnya bawaannya bukanlah amal yang soleh, maka
janganlah engkau memohon kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mempunyai
pengetahuan mengenainya. Sebenarnya Aku melarangmu dari menjadi orang yang
jahil".
Nabi Nuh berkata: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya
aku berlindung kepadaMu daripada memohon sesuatu yang aku tidak mempunyai
pengetahuan mengenainya; dan jika Engkau tidak mengampunkan dosaku, dan memberi
rahmat kepadaku, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang rugi".
Allah berfirman: Wahai Nuh! Turunlah (dari bahtera
itu) dengan selamat dan berkat dari Kami kepadamu dan kepada umat-umat yang
bersama-samamu. Dan (dalam pada itu) ada umat-umat dari keturunan mereka yang
Kami akan beri kesenangan kepadanya (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka
akan dikenakan azab dari Kami yang tidak terperi sakitnya".